PDF Cetak Surel

Memberi Pintu Anugerah Kehidupan (2)


Oasis-smaller_edit

Kesediaan memberi adalah jalan yang membawa mereka keluar dari padang gurun
kehidupan serta kunci membuka Pintu Anugerah-Nya untuk menemukan oasis kehidupan (Joshua Guana Tandjung)

 


Mengapa tidak menerima janji-Nya ?

Suatu waktu Tuhan Yesus mengajarkan sebuah kebenaran yang membuat banyak orang yang mendengarnya menjadi marah. Kenapa ?

Karena Yesus mengungkapkan bahwa di zaman Elia pada pemerintahan ahab, terjadi kekeringan atau krisis ekonomi, namun tidak ada satupun dari janda-janda Nabi yang mengalami pemulihan ekonominya kecuali Janda Sarfat yang adalah orang asing. Padahal mereka memiliki janji kemakmuran sebagai umat-Nya.  Demikian halnya di zaman Elisa, tidak ada satupun dari bangsa Israel yang menderita sakit kusta mengalami kesembuhan, padahal TUHAN adalah Penyembuh - Jehovah Rappa.

Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

(Lukas 4:25-29)


Mengapa umat-Nya tidak mengalami janji-Nya? Padahal janji itu tersedia bagi mereka semua.


Kisah Janda Sarfat Pulih setelah memberi

Melalui kisah janda tersebut Tuhan mengajarkan bahwa sekalipun pintu anugerah-Nya tersedia, namun tanpa kunci untuk membukanya maka  pintu tersebut hanyalah sebuah pintu yang tertutup dan terkunci.


Inilah kisahnya.......


Nabi Elia menerima Firman TUHAN, untuk keluar dari sungai Kerit dan menuju ke Sarfat.

Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." (1 Raja 17:8-9)

Tentunya Elia berpikir, sekalipun janda tentunya seorang Janda yang kaya, namun ketika Elia sampai ke Sarfat, ia memang menjumpai seorang perempuan janda, namun seorang janda yang miskin. Saat itu sedang mengumpulkan kayu-kayu yang berserakan di jalan untuk dijadikan kayu bakar. Ia hanya memiliki dua genggam tepung terakhir yang akan ia olah sebagai makan siang terakhirnya.

Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." (1 Raja 17:12)

Saat itu Elia meminta minum dari perempuan itu, saya terkagum ketika janda miskin tersebut bergegas mengambilkan minum untuk Elia. Bayangkan bahwa dia dalam keadaan sangat tertekan hidupnya, namun ditengah-tengah tekanan hidupnya ia, masih memberikan ruangan hatinya ketika ada seseorang yang notabene orang asing yang tidak dia kenal sebelumnya.

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." (1 Raja 17:10-11)


Saya bergumam dalam hati, ketika merenungkan ayat tersebut, TUHAN, Engkau tidak salah pilih, berkarya dalam kehidupan Janda Sarfat . Janji Firman TUHAN datang melalui Elia:

Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." (1 Raja 17:13-14)


Janda sarfatpun percaya akan janji FirmanNya, ia memberikan roti terakhir ditangannya kepada Nabi-Nya. Saat itulah ia menerima kunci untuk membuka pintu anugerah-Nya.


Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. (1 Raja 17:15-16)


Pemulihan ekonomi terjadi ketika Janda Sarfat melakukan tindakan iman, memberi !


Kisah Ayub Pulih setelah mengampuni

Tidak ada manusia diuji demikian beratnya seperti Ayub, tentu saja TUHAN telah mengetahui kualitas manusia Ayub sebelum Ia mengijinkan Iblis menjamah hidup Ayub. Secara bergurau saya katakan, saya tidak mengerti kenapa ada orang yang memakai nama Ayub, apakah ia siap menerima ujian seperti yang Ayub alami ?

Ayub mengalami ketiga manifestasi kuasa maut, Kuasa pedang yang meluluih lantakkan seluruh anak-anaknya dan harta bendanya. Ayub pun jatuh miskin secara tiba tiba.  Ujianpun masih berlanjut, Ayub mengalami borok yang menjijikkan.

Ditengah-tengah penderitaannya, Ayub sempat menyalahkan TUHAN namun ia menarik ucapannya dan mengakui kekeliruannya.


Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." (Ayub 42:5-6)


Saat ia menderita, ia dihibur dan dinasehati oleh ketiga sahabatnya. Elifas, orang Téman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naam.

Murka TUHAN atas mereka, sebab mereka tidak berkata benar, alih-alih mereka menghibur Ayub, sebenarnya mereka malah menambah penderitaan Ayub.


TUHAN memerintahkan mereka untuk mempersembahkan korban, namun dengan doa yang dinaikkan oleh Ayub.

Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." (Ayub 42:7-8)

Ketika Ayub berdoa buat mereka, maka anugerah pengampunan-Nya diberikan kepada ketiga sahabat Ayub. Saat Ayub bersedia mengampuni sahabat-sahabatnya yang  telah menyakiti hatinya ketika ia dalam penderitaan maka mereka menerima anugerah-Nya, namun lebih dari pada itu, Ayubpun mengalami anugerah pemulihan-Nya..

Kesediaan Ayub mengampuni menjadi kunci untuk membuka pintu anugerah-Nya sehingga ia keluar dari padang gurun pencobaan dan masuk ke dalam padang rumput yang hijau. Ayub menerima anugerah-Nya, ketika ia bertobat dan menyesali perkataannya kepada Tuhan, namun ia menerima kunci untuk membuka pintu Anugerah-Nya ia terima ketika ia bersedia mengampuni (forgiving) sahabat-sahabatnya yang menyakiti hatinya. Lihatlah ayat-ayat berikut ini.


Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. (Ayub 42:10)


Penutup

Memberi bukanlah sekedar tindakan memberi sesuatu yang jasmani, memberi adalah sebuah sikap hati yang bersedia mengalirkan anugerah-Nya. Saat seseorang bersedia mengalirkan anugerah-Nya, maka orang lain akan menerima aliran-Nya, namun yang lebih penting adalah mereka yang bersedia akan menerima pemulihanNya.



Salam Kehidupan....

Komentar (0)Add Comment

Tulis komentar
Anda harus login sebelum menulis komentar. Silahkan daftar jika anda belum mempunyai keanggotaan.

busy